Sabtu, 19 Mei 2012

BERSAMA WBS TERCINTA

Berawal dari kisah remaja yang beranjak dewasa dimana mencari jati diri mengenai FISIOTERAPI, beralih tempat praktek dari jakarta, bekasi sampai solo... Sementara beristirahat di PUM, Cengkareng.

Untuk itu mari kita lihat sepenggal perjalanan saya disana, Cekidot!!!


Kong Ali ini seorang WBS yang humoris & ceriwis, kondisi terakhir beliau hanya tinggal mengeluhkan kondisi salah satu tangannya. Saat ini beliau bisa Healty Care mandiri, namun saat membuka bungkus makanan masih membutuhkan bantuan orang lain.



Mak sumarni ini salah satu WBS favorit saya. Selain nenek yang ramah & perhatian, beliau juga seorang penyayang yang hobby menceritakan masa lalunya. Pantang menyerah diusianya yang sudah tidak muda lagi, menjadikan motivasi bagi saya untuk NEVER GIVE UP terhadap permasalahan yang dihadapi.



Supri & Pak RT adalah teman curhat kami, selain mereka paling sering update mengenai gossip tentang temen-temen fisio. Mereka juga merupakan seorang pejuang yang berani untuk mengakui kondisi mereka dan tak malu untuk tertawa menghadapi dunia. Salut banget buat mereka, tetep SEMANGAT!!!



Robin merupakan salah satu WBS yang memberikan motivasi, keinginannya menulis surat kepada kedua orang tuanya hampir membuat saya berlinang air mata. Dimana kondisinya yang sulit berbicara & menggerakkan anggota geraknya (tangan & kaki), Dia tetap ingin berusaha sembuh dan mengatakan pada dunia bahwa R_ _ _ _ N kangen Bapak-Ibunya.



Pak Toro ini merupakan penyandang Post Stroke Hemiplegi Dextra, kondisi terakhir sudah bisa jalan tanpa alat bantu. Walaupun terkadang sisi yang lesi terkadang mengalami spastik bila merasa lelah atau sulit dikontrol. Senyuman yang tulus kudapat sebagai pelajaran saat menjadi terapisnya. Memberi tanpa pamrih, mungkin itu kiasan yang tepat. Pejuang yang lagi-lagi tidak putus asa dengan kondisi yang dideranya. HEBAT tuk WBS yang pantang menyerah =)



Together we can start to help another people like them.



Never Forget It !!!
Salam FISIOTERAPI 2008



Kunjungan kedua terapi Mak Sumarni, kondisi terakhir OA Genue Bilateral Kronis dan sudah bisa berjalan dengan walker kira-kira 15 meter.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar